Langsung ke isi
hsn.Studio Case Study Lihat portofolio

UX Case Study · 2026

Galeri Portofolio hsn.Studio

Merancang galeri karya yang terasa eksklusif seperti katalog butik, tetap ringan di HP, dan mengubah rasa kagum menjadi percakapan WhatsApp.

Peran
Product design, UX research, front-end
Platform
Web responsif, HP sampai layar lebar
Teknologi
HTML + ES module, Vercel, Google Apps Script, Google Drive
Status
Live di snap.hsnstudio.id/portfolio
6Kategori
8Album
604Foto
7Film
5,0Rating Google

Overview & UX Research

Karya bagus belum tentu terlihat bagus.

1.1

Problem Statement

Masalah yang ingin diselesaikan.

Calon klien menilai sebuah studio dari beberapa detik pertama melihat karyanya. Sebelumnya karya hsn.Studio tersebar di feed Instagram, folder Google Drive, dan kiriman WhatsApp, sehingga kualitasnya tenggelam di antara konten lain dan tidak ada jalan yang jelas menuju pemesanan.

i.

Tersebar

Foto terbaik hidup di tiga tempat berbeda. Klien harus mencari sendiri, dan link Drive terasa seperti berkas kerja, bukan karya.

ii.

Tidak terkurasi

Tanpa kategori dan cerita per acara, calon klien wedding melihat foto produk, dan sebaliknya. Kesan premium hilang.

iii.

Buntu

Setelah kagum, pengunjung harus menyalin nomor dan menyusun pesan sendiri. Setiap langkah tambahan menurunkan niat menghubungi.

1.2

Business Goals

Tujuan bisnis dan cara mengukurnya.

01

Naikkan citra premium

Tampilan setara studio papan atas, supaya harga paket terasa sepadan sebelum calon klien bertanya.

Ukuran: waktu di halaman, foto dibuka per kunjungan
02

Ubah kunjungan jadi percakapan

Setiap halaman punya ajakan WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi sesuai kategori atau album yang dilihat.

Ukuran: persentase kunjungan album yang klik WhatsApp
03

Mudah ditemukan di Google

Halaman dirender di server lengkap dengan judul, deskripsi, dan data terstruktur, supaya muncul untuk pencarian lokal Tasikmalaya.

Ukuran: impresi dan klik di Search Console
04

Dikelola tanpa developer

Admin menambah kategori, album, foto, dan film langsung dari Google Drive lewat panel admin, tanpa menyentuh kode.

Ukuran: waktu publikasi album baru
1.3

User Persona

Proto-persona dari pola pertanyaan klien yang masuk ke admin. Belum divalidasi lewat wawancara terstruktur.

Nadia, 26Calon pengantin · karyawan swasta · Tasikmalaya
“Aku mau lihat hasil satu acara utuh, bukan cuma satu foto terbaik.”
Tujuan
  • Memastikan gaya foto cocok dengan konsep pernikahannya
  • Membandingkan 2 sampai 3 studio dalam satu malam
  • Menunjukkan pilihan ke pasangan dan keluarga
Pain points
  • Ragu karena hanya melihat foto pilihan di Instagram
  • Lelah membuka link Drive yang lambat di HP
  • Canggung menanyakan harga lewat chat pertama
HP 90%Malam hariDari Instagram
Raka, 34Pemilik UMKM kuliner · butuh foto produk
“Saya perlu bukti cepat bahwa foto produk mereka bisa menjual.”
Tujuan
  • Melihat contoh produk sejenis dalam hitungan detik
  • Langsung tahu cara memesan dan kisaran paket
  • Membagikan contoh ke tim lewat WhatsApp
Pain points
  • Waktu sempit, membuka situs di sela pekerjaan
  • Kuota terbatas, halaman berat langsung ditutup
  • Bingung kalau kategori bercampur
HPSiang hariDari Google
1.4

Empathy Map

Ringkasan untuk persona utama, Nadia.

Says · Berkata

“Ada contoh wedding yang lengkap?”

“Paketnya mulai berapa ya?”

Thinks · Berpikir

Apakah hasil di hari H akan sebagus foto di Instagram?

Studio ini sepadan dengan budget kami?

Does · Melakukan

Menyimpan tangkapan layar, mengirim ke pasangan, membuka beberapa studio bergantian.

Feels · Merasakan

Antusias tapi cemas salah pilih. Malu bertanya harga sebelum yakin.

Nadia
calon pengantin
Pains yang harus hilang
  • Menunggu foto besar dimuat di jaringan seluler
  • Kehilangan jejak album yang tadi dilihat
  • Menyusun pesan pertama dari nol
Gains yang dicari
  • Satu acara utuh, dari persiapan sampai resepsi
  • Bukti sosial: rating Google dan kata klien
  • Satu ketukan menuju admin, pesan sudah siap

Flow Design & Architecture

Dari rasa penasaran ke satu ketukan.

2.1

User Journey Map

Lima tahap dari menemukan studio sampai menghubungi admin. Geser ke samping di HP.

01Menemukan 02Masuk 03Menjelajah 04Meyakinkan diri 05Menghubungi
Aktivitas Melihat link di bio Instagram, hasil Google, atau kiriman teman Membuka beranda, melihat foto besar dan nama kategori Memilih kategori, membuka album, menggeser foto Membaca kata klien, melihat rating, memutar film Menekan WhatsApp, mengirim pesan
Touchpoint Pratinjau link (judul, gambar Open Graph) Hero bergantian, bilah kategori Kartu album, penyaring kategori, penampil foto Testimoni, lencana rating Google, film YouTube Tombol melayang, ajakan di akhir album
Emosi PenasaranTerkesanMenikmatiRagu hargaYakin
Hambatan Link terlihat seperti berkas kerja Layar putih saat data dimuat Foto besar lambat di 4G Tidak ada bukti dari pihak ketiga Bingung harus menulis apa
Solusi Render server per halaman: judul, deskripsi, gambar pratinjau Data tertanam di HTML, tampil tanpa menunggu server Ukuran foto sesuai layar + pratinjau buram 32 px Lencana Google 5,0 dan kutipan klien per album Pesan WhatsApp terisi otomatis sesuai album
2.2

Information Architecture

Tiga tingkat yang dangkal: beranda, kategori, album. Setiap tingkat punya alamat sendiri yang bisa dibagikan.

Beranda portofolio/portfolio
Kategori/portfolio/wedding
  • 6 kategori: Studio, Graduation, Prawedding, Wedding, Product, Event
  • Deskripsi + ajakan “Tanya paket”
  • Grid semua album
Album/portfolio/wedding/best-curation
  • Hero sampul + data acara
  • Bagian per sesi (misal Akad, Resepsi)
  • Foto, film YouTube, sebelum/sesudah
  • Kata klien + ajakan akhir
Lapisan globaldi setiap halaman
  • Bilah kategori di atas
  • Penampil foto layar penuh
  • Pemutar film (dimuat saat dibuka)
  • Tombol WhatsApp melayang, kontak, rating
2.3

Key User Flow

Alur inti: dari link Instagram sampai pesan terkirim, dengan keputusan di setiap titik.

  1. Ketuk link portofolio

    Dari bio Instagram, Google, atau pesan teman.

    Keputusan desainServer langsung mengirim HTML lengkap beserta datanya. Teks pertama tampil sekitar 0,3 sampai 0,6 detik di desktop.

  2. Terpikat hero

    Lima sampul album unggulan bergantian, nama album bisa langsung diketuk.

    Keputusan desainFoto memenuhi layar, teks serif tipis. Karya jadi bintang, antarmuka mundur.

  3. Sudah tahu yang dicari?

    Pengunjung memilih jalur sesuai kebutuhannya.

    Ya: ketuk chip kategori, grid tersaring tanpa pindah halamanBelum: gulir, setiap kategori tampil 5 album teratas

    Keputusan desainChip memakai angka jumlah album, jadi pengunjung tahu isinya sebelum memilih.

  4. Masuk album

    Cerita satu acara utuh: sesi, foto, film, dan data acara.

    Keputusan desainFoto bermatte putih seperti cetakan galeri. Urutan bisa diatur admin per bagian.

  5. Lihat foto layar penuh

    Geser kiri kanan, tombol panah, atau papan ketik.

    Keputusan desainLatar hitam, foto tidak terpotong, posisi “2 dari 38” selalu terlihat.

  6. Sudah yakin?

    Titik keraguan terbesar di journey map.

    Belum: kata klien, rating Google 5,0, dan film menjawab keraguanYa: tombol WhatsApp melayang selalu dalam jangkauan jempol

    Keputusan desainBukti sosial diletakkan tepat sebelum ajakan, bukan di halaman terpisah.

  7. Pesan terkirim

    “Halo hsn.Studio, saya suka karya ‘Best Curation’ (Wedding) di portofolio. Boleh info paket serupa...”

    Keputusan desainPesan menyebut album yang dilihat, jadi admin langsung tahu konteksnya. Klik dicatat untuk statistik per album.

UI Design & System

Tenang, editorial, dan biru.

3.1

Design System Blueprint

Token asli yang dipakai halaman portofolio, lengkap dengan rasio kontrasnya. Biru logo #0152CC tetap dipakai pada logo.

Color palette
Paper#F4F0E8Latar utama
Ink#15130F16,3 : 1 · AAA
Brand blue#0141A38,1 : 1 · AAA
Muted#4A453C8,4 : 1 · AAA
Dark#0F0E0CPenampil & kontak
Paper 2#EBE5D9Bidang sekunder
Brand deep#00317DTeks putih 12,1 : 1 · AAA
On dark#EFE9DF16,0 : 1 · AAA
On dark muted#B7B0A39,0 : 1 · AAA
Blue soft#7FB0FF8,8 : 1 · AAA
Typography scale
Display XLCormorant 300 · clamp(60, 11vw, 176)

Karya pilihan

Display LCormorant 300 · clamp(44, 7vw, 96)

Wedding

HeadingCormorant 400 · clamp(26, 2.8vw, 38)

Retya & Yasa

BodyJost 300 · 16 / 1.6

Dokumentasi Studio, Graduation, Prawedding, Wedding, Product dan Event.

EyebrowJost 400 · 13 · spasi 0.15em

Portofolio · Tasikmalaya

Design tokens
TokenNilaiDipakai untuk
--pf-gutterclamp(18px, 4.5vw, 72px)Jarak tepi, ikut lebar layar tanpa breakpoint
--pf-max1440pxLebar isi maksimum
--pf-easecubic-bezier(.22,.61,.36,1)Satu kurva gerak untuk seluruh situs
radius999px · 0Tombol berbentuk pil, foto bersudut tegas
touchmin 44px · tombol utama 48pxTarget sentuh di HP
motion0.4s warna · 1.4s fotoHover cepat, perubahan foto perlahan
Component library

Button

Garis tipis berubah jadi isi pekat saat disentuh. Huruf kapital berjarak lebar.

WhatsApp CTA

Satu-satunya tombol berwarna biru penuh, supaya mata langsung menemukannya.

Filter chip

Coba ketuk. Angka kecil memberi tahu jumlah album sebelum memilih.

★★★★★ 5,0 dari 5 ulasan Google

Rating badge

Bukti sosial dari pihak ketiga, tertaut ke Google Business Profile.

Contoh kartu album kategori ProductProduct

Album card

Foto memenuhi kartu, judul di atas foto, zoom pelan saat disentuh. Coba arahkan kursor.

“Hasilnya melebihi ekspektasi kami.”
Contoh kutipan

Testimonial

Serif miring yang besar, terasa seperti kutipan di majalah.

3.2

High-Fidelity Screens

Tangkapan layar halaman live, desktop 1440 px dan HP 390 px.

Beranda portofolio di desktop: foto pasangan memenuhi layar dengan judul Karya pilihan kami
Beranda portofolio di HP

Layar 01

Beranda: kesan pertama

Satu foto penuh layar dan judul serif besar. Tidak ada banner promo atau teks panjang.

  • Kenapa: pengunjung memutuskan dalam hitungan detik, jadi karya terbaik harus jadi hal pertama yang terlihat
  • Kenapa: nama album di pojok bisa diketuk, jalan pintas ke cerita lengkapnya
  • Kenapa: tombol “Hubungi kami” biru, satu-satunya warna terang di atas foto
Daftar kategori dengan chip penyaring dan kartu album besar
Daftar kategori di HP

Layar 02

Kategori: memilih dengan tenang

Chip penyaring menempel di atas, nomor kategori bergaya editorial, dan satu album besar memimpin setiap kategori.

  • Kenapa: menyaring tanpa memuat ulang halaman terasa instan
  • Kenapa: “Tanya paket Studio” di sebelah judul, ajakan sesuai konteks
  • Kenapa: ruang kosong lega membuat setiap album terasa bernilai
Halaman album Best Curation dengan foto hitam putih pengantin
Halaman album di HP

Layar 03

Album: satu acara utuh

Judul kapital besar di atas sampul, data acara di satu baris, lalu foto dikelompokkan per sesi.

  • Kenapa: menjawab kebutuhan Nadia melihat hasil satu acara, bukan potongan terbaik saja
  • Kenapa: tombol “Bagikan” memakai menu share bawaan HP, mudah dikirim ke pasangan
  • Kenapa: foto bermatte putih seperti cetakan di pameran
Penampil foto layar penuh berlatar hitam dengan tombol navigasi
Penampil foto di HP

Layar 04

Penampil: tanpa gangguan

Latar hitam pekat, foto utuh tanpa dipotong, posisi foto dan tombol tutup selalu terlihat.

  • Kenapa: hitam membuat warna dan nada foto paling akurat
  • Kenapa: geser, panah, dan papan ketik, cara navigasi apa pun berhasil
  • Kenapa: foto berikutnya disiapkan lebih dulu supaya perpindahan mulus
3.3

Micro-interaction & State Design

Setiap keadaan dirancang, bukan dibiarkan kosong. Pilih keadaan untuk melihat contohnya.

Default

Tombol sekunder bergaris tipis, tombol utama biru penuh. Hierarki terbaca tanpa label tambahan.

Fokus papan ketik memakai garis biru 2 px berjarak 4 px, terlihat jelas di latar terang maupun gelap.

outline: 2px solid var(--pf-gold); outline-offset: 4px

System & Performance · Metrics

Mewah itu cepat.

4.1

Scalability & Handover

Bagaimana sistem ini tumbuh tanpa ikut menjadi berantakan.

Tokens

Satu sumber nilai

Warna, jarak, kurva gerak, dan lebar isi disimpan sebagai variabel CSS. Mengganti warna brand cukup di satu baris, tanpa mencari di 2.000 baris gaya.

Auto-layout

Grid dan flex, bukan posisi tetap

Setara auto-layout di Figma: kartu, chip, dan kolom menyesuaikan isi. Jarak tepi memakai clamp(), jadi mengecil mulus dari 1440 px ke 390 px.

Responsif

Titik patah sedikit, ukuran cair

Dua titik utama, 1024 px dan 720 px, ditambah 560 px dan 460 px untuk HP kecil. Lebar foto yang diminta ke Google dihitung dari kolom dan kepadatan layar, sehingga HP mengambil sekitar 85% lebih sedikit data.

Konten

Data, bukan kode

Kategori, album, bagian, urutan foto, film, testimoni, dan album unggulan diatur dari panel admin. Folder Google Drive jadi sumber foto. Album baru tayang tanpa deploy.

4.2

UX Performance Metrics

Target kuantitatif dan cara mengukurnya. Angka di cincin adalah target, bukan hasil yang sudah diukur.

4,6
Target

CSAT ≥ 4,6 / 5

Survei satu pertanyaan, “Seberapa membantu portofolio ini untuk mengenal karya kami?”, muncul sekali per HP: ke pengunjung yang kembali dari WhatsApp, dan ke 1 dari 4 pengunjung yang sudah membuka 5 foto. Kelompok kedua mengimbangi bias, karena orang yang menekan WhatsApp sudah tertarik. Kedua angka dilaporkan terpisah di statistik admin. Pembanding saat ini: rating Google 5,0 dari 5 ulasan.

90%
Target

Task success ≥ 90%

Uji 5 sampai 8 orang dengan tugas: “Temukan album wedding, buka 3 foto, lalu tanyakan paket lewat WhatsApp” dalam 60 detik tanpa bantuan. Skrip uji dan lembar catatan sudah disiapkan.

80
Target

SUS ≥ 80

Kuesioner System Usability Scale 10 butir setelah uji tugas, dihitung otomatis dengan skrip. Skor 80 ke atas masuk kelompok “sangat baik” (sekitar 10% teratas).

Yang sudah diukur otomatis: setiap kunjungan, foto dibuka, film diputar, dan klik WhatsApp dicatat per album dan per perangkat (HP, tablet, laptop). Panel admin menampilkan album paling dilihat dan album dengan persentase ke WhatsApp tertinggi, menjadi dasar memilih album unggulan.
4.3

Technical & Performance Optimization

Diukur di halaman live pada 1 Oktober 2026 dengan Chrome, setelah perbaikan. HP: layar 390 px, jaringan 1,6 Mbps + jeda 150 ms, CPU diperlambat 4 kali.

36 KBTotal JavaScript + CSS terkompresi. Tanpa framework, tanpa build.
0,4 sLCP beranda, desktop. Album: 1,0 s.
1,3 sLCP beranda di HP 4G lambat. Sebelumnya 2,7 s. Album: 1,2 sampai 1,6 s.
0,03CLS tertinggi. Batas “baik” Google: 0,1.
TeknikDampak
Render di server + data tertanam di HTMLHalaman tampil tanpa menunggu Apps Script. Cache 10 menit di server, cadangan data lama bila Google lambat.
Ukuran foto sesuai layarLebar diminta = kolom × kepadatan layar, dibulatkan ke 100 px. Galeri HP 2 kolom cukup sekitar 400 px, bukan 1.200 px.
Foto WebP dari GoogleSekitar 30% lebih kecil dari JPEG pada resolusi yang sama. Foto hero album wedding: 1,18 MB menjadi 0,79 MB.
Hero bertahap + preload dari serverHanya slide pertama dimuat saat halaman dibuka, dan server menyuruh browser mengunduhnya sebelum JavaScript berjalan. Slide berikutnya diambil menjelang gilirannya.
Pratinjau buram 32 pxSekitar 1 KB per foto, mengisi ruang sebelum foto tajam datang dan mencegah layout melompat.
Salinan di HP (24 jam)Kunjungan ulang tampil seketika, data baru diambil di belakang.
Pemutar YouTube dimuat saat diklikHalaman album tidak membawa ratusan KB skrip video sampai pengunjung benar-benar menonton.
Huruf web dimuat tanpa menahan tampilanTeks langsung terbaca memakai huruf cadangan, lalu berganti halus.
Temuan yang tersisa: setiap deploy mengosongkan cache CDN, sehingga pengunjung pertama sebuah album menunggu Apps Script bangun (terukur 3 sampai 11 detik). Kunjungan berikutnya 0,1 detik. Kini cache dipanaskan otomatis setiap hari oleh penjadwal Vercel, dan sekali setelah setiap deploy dengan npm run warm.
4.4

Accessibility · WCAG

Status terhadap kriteria WCAG 2.2. Audit otomatis axe-core di beranda, kategori, dan album (desktop + HP): pelanggaran kontras AAA turun dari 31 menjadi 0.

KriteriaStatusBukti
1.4.6 Kontras teks utama (AAA, 7:1)AAAInk di atas Paper 16,3 : 1. Teks di latar gelap 9,0 sampai 16,0 : 1.
1.4.6 Kontras teks sekunderAAAMuted 8,4 : 1, biru 8,1 : 1, teks putih di tombol 9,2 : 1. Sebelumnya 5,2 / 6,0 / 6,8 : 1 (AA).
2.5.5 Ukuran target sentuh (AAA, 44 px)AAASemua tombol, chip, dan tautan navigasi minimal 44 px, tombol utama 48 px.
2.4.7 / 2.4.13 Fokus terlihatAAAGaris fokus 2 px berjarak 4 px di setiap elemen yang bisa difokus: biru tua di latar terang (8,1 : 1), biru muda di latar gelap (8,8 : 1). Sebelumnya di area gelap hanya 2,1 : 1.
2.3.3 Gerak dari interaksiAAASemua animasi dimatikan bila HP meminta “kurangi gerakan”.
2.4.1 Lewati ke isi · landmarkAATautan “Langsung ke isi”, header, nav, main, footer, judul berurutan.
1.1.1 Teks alternatifAATombol foto berlabel “Buka foto 2 dari 38”. Sampul kartu dianggap dekoratif karena judul album sudah tertulis, ikon disembunyikan dari pembaca layar.

Halaman studi kasus ini sendiri memakai pasangan warna yang seluruhnya di atas 7 : 1.

4.5

Dari temuan ke perbaikan

Temuan studi kasus ini langsung diterapkan ke galeri portofolio pada 1 Oktober 2026, lalu diukur ulang dengan cara yang sama.

TemuanSebelumSesudahPerbaikan
LCP beranda, HP 4G lambat2,7 s1,3 sLima foto hero 2.048 px dulu dimuat bersamaan. Kini hanya slide pertama, di-preload server, format WebP.
Pelanggaran kontras AAA (beranda)31 elemen0Abu #6B6458 menjadi #4A453C, biru teks dan tombol #0152CC menjadi #0141A3.
Pelanggaran kontras AAA (kategori, album)7 sampai 80Token warna yang sama, tanpa mengubah tata letak.
Ukuran foto hero album wedding1,18 MB0,79 MBFoto diminta dalam WebP dari Google (sekitar 30% lebih kecil).
Album pertama setelah deploy3 sampai 11 s0,1 sCache dipanaskan setiap hari secara otomatis dan setelah deploy dengan npm run warm.
CSAT belum terukurHanya targetSurvei aktifSatu pertanyaan, sekali per HP: setelah kembali dari WhatsApp dan untuk sampel pengunjung yang menjelajah. Hasil dua kelompok dipisah supaya tidak bias.
·

Glosarium

Istilah di halaman ini dalam bahasa sehari-hari.

Persona
Gambaran tokoh pengguna khas, dipakai supaya keputusan desain berpijak pada kebutuhan orang nyata.
Empathy map
Peta empat kotak: apa yang pengguna katakan, pikirkan, lakukan, dan rasakan.
Journey map
Urutan langkah pengguna dari awal sampai tujuan, lengkap dengan emosi dan hambatannya.
Information architecture
Cara isi situs dikelompokkan dan disusun supaya mudah ditemukan.
Design token
Nilai desain bernama (warna, jarak, gerak) yang dipakai ulang di seluruh situs.
CSAT
Customer Satisfaction, skor kepuasan pelanggan dari survei singkat.
Task success rate
Persentase orang yang berhasil menyelesaikan tugas tertentu tanpa bantuan.
SUS
System Usability Scale, kuesioner 10 butir untuk menilai kemudahan pakai, skor 0 sampai 100.
LCP
Largest Contentful Paint, waktu sampai gambar atau teks terbesar tampil. Baik bila 2,5 detik atau kurang.
CLS
Cumulative Layout Shift, seberapa banyak tampilan melompat saat dimuat. Baik bila 0,1 atau kurang.
WCAG AA / AAA
Standar aksesibilitas web. AAA tingkat tertinggi, misalnya kontras teks minimal 7 : 1.
Render server
Halaman disusun di server sebelum dikirim, sehingga cepat tampil dan terbaca Google.

Hasilnya

Lihat sendiri karyanya.

Studi kasus terbaik adalah produknya. Buka galeri portofolio hsn.Studio, atau ceritakan acara Anda kepada kami.